Kewatek dan Nowin adalah sarung tenun khas Adonara. Kewatek adalah sarung yang dipakai oleh wanita sedangkan Nowin dipakai oleh kaum pria. Perbedaan antara kewatek dan nowin terletak pada warnanya. Kewatek menggunakan banyak warna-warna cerah sedangkan nowin menggunakan warna-warna yang lebih gelap dengan sedikit warna cerah (biasanya ungu) di bagian ujung. Sedangkan untuk motifnya, relatif sama yaitu motif garis horisontal.
Berikut ini beberapa foto Kewatek dan Nowin yang dipakai oleh orang Adonara.





Foto-foto tersebut diambil dalam Upacara Adat Look Witi suku Lamanepa, Juli 2007.
-bersambung ke bagian II -
]]>
Tarian Hedung merupakan salah satu dari sekian banyak tarian yang ada dalam kultur masyarakat Adonara. Tarian ini merupakan tari perang yang dulunya dibawakan untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang. Tarian in melambangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat berjuang tanpa kenal menyerah. 1. Parang Adonara (Kenube Witi Taran)
2. Tombak (Gala)
3. Perisai (Dopi)
4. Ikat kepala dari daun kelapa (Knobo)
5. Gemerincing yang diikat di kaki(Bolo)
6. Kain Sarung (Kewatek untuk penari wanita / Nowin untuk penari pria)
Wisatawan yang datang ke sebuah desa di Adonara biasanya akan disambut dengan tarian ini. Gerakan dalam tarian ini mirip dengan orang yang sedang berperang. Mereka akan “berperang” satu sama lain dengan mengayunkan parang atau membuat ancang-ancang untuk melemparkan tombak. Para penari pria akan berpasang-pasangan dan memperagakan duel dalam peperangan.
Setiap desa di Adonara mengenal tarian ini, sehingga tidak perlu datang ke desa tertentu untuk menyaksikan para ksatria Adonara “bertarung” di medan pertempuran.
Gunung Boleng atau dalam bahasa Adonara disebut Ile Boleng (Ile=Gunung) merupakan satu-satunya gunung berapi yang ada di pulau Adonara. Daerah Ile Boleng merupakan lokasi yang berpotensi untuk industri pariwisata, karena Ile Boleng ini selain alam pegunungannnya yang indah dengan lekukan-lekukan punggungan lava yang hijau juga kaki gunung sebelah timur dan selatannya langsung berbatasan dengan pantai Laut Sawu. Juga terdapatnya kawah di puncak Ile Boleng yang sangat baik untuk dijadikan sarana geowisata. Lokasi wisata yang sudah berkembang adalah pesisir pantai yang terdapat di kaki Ile Boleng sebelah timur yaitu di daerah Riangderi. Wisata pendakian gunung (hiking) dapat dilakukan dari Kampung Lamahelan Bawah melalui Kampung Lamabayung, atau bisa dilakukan melalui Kampung Dua.Untuk mencapai Gunung Boleng (Lokasi Awal Pendakian), dari Larantuka dengan menumpang kapal motor yang melayani rute Larantuka - Waiwerang. Setelah tiba di Waiwerang, wisatawan dapat menentukan terlebih dahulu lokasi awal pendakian yang akan dituju. Setelah itu tinggal menumpang angkutan umum yang melayani rute sesuai lokasi pendakian awal atau menumpang ojek yang bersedia mengantarkan sampai tujuan.
Tulisan ini diambil dari sini dengan pengubahan seperlunya.
]]>