Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/april17/public_html/adonara/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/april17/public_html/adonara/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/april17/public_html/adonara/wp-includes/theme.php on line 576

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/april17/public_html/adonara/wp-includes/cache.php:99) in /home/april17/public_html/adonara/wp-includes/feed-atom.php on line 8
Adonara Island All About Adonara, The New Paradise 2009-04-15T22:46:49Z WordPress http://adonara.17april.com/?feed=atom PeTeeR Ln <![CDATA[Kewatek dan Nowin - Bagian I]]> http://adonara.17april.com/?p=7 2009-04-15T22:46:49Z 2009-04-15T22:20:52Z

Kewatek dan Nowin adalah sarung tenun khas Adonara. Kewatek adalah sarung yang dipakai oleh wanita sedangkan Nowin dipakai oleh kaum pria. Perbedaan antara kewatek dan nowin terletak pada warnanya. Kewatek menggunakan banyak warna-warna cerah sedangkan nowin menggunakan warna-warna yang lebih gelap dengan sedikit warna cerah (biasanya ungu) di bagian ujung. Sedangkan untuk motifnya, relatif sama yaitu motif garis horisontal.

Berikut ini beberapa foto Kewatek dan Nowin yang dipakai oleh orang Adonara.

Foto-foto tersebut diambil dalam Upacara Adat Look Witi suku Lamanepa, Juli 2007.

-bersambung ke bagian II -

]]>
5
PeTeeR Ln <![CDATA[Hedung : Tari Perang Adonara]]> http://adonara.17april.com/?p=4 2008-05-08T19:09:41Z 2008-05-08T18:44:02Z Hedung : Tari Perang AdonaraTarian Hedung merupakan salah satu dari sekian banyak tarian yang ada dalam kultur masyarakat Adonara. Tarian ini merupakan tari perang yang dulunya dibawakan untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang. Tarian in melambangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat berjuang tanpa kenal menyerah.
Di masa kini, tarian hedung dibawakan dalam acara penyambutan tamu yang datang ke Adonara. Selain itu juga biasa ditampilkan dalam event-event budaya atau dalam acara2 tertentu misalnya acara pernikahan, pembukaan turnamen dan lain-lain. Anggota Keluarga Mahasiswa Adonara Yogyakarta sering membawakan tarian ini dalam beberapa acara antara lain Pentas Budaya yang diadakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh, acara resepsi pernikahan adik dari Kia AFI dan pembukaan turnamen sepakbola Adonara Cup serta turnamen voli putri KMAY Cup.

Dalam tarian ini, para penari yang terdiri dari kaum pria dan juga beberapa kaum wanita menggunakan berbagai perlengkapan yang biasanya digunakan oleh para pahlawan untuk berperang. Perlengkapan-perlengkapan tersebut yaitu :

1. Parang Adonara (Kenube Witi Taran)
2. Tombak (Gala)
3. Perisai (Dopi)
4. Ikat kepala dari daun kelapa (Knobo)
5. Gemerincing yang diikat di kaki(Bolo)
6. Kain Sarung (Kewatek untuk penari wanita / Nowin untuk penari pria)

Wisatawan yang datang ke sebuah desa di Adonara biasanya akan disambut dengan tarian ini. Gerakan dalam tarian ini mirip dengan orang yang sedang berperang. Mereka akan “berperang” satu sama lain dengan mengayunkan parang atau membuat ancang-ancang untuk melemparkan tombak. Para penari pria akan berpasang-pasangan dan memperagakan duel dalam peperangan.
Setiap desa di Adonara mengenal tarian ini, sehingga tidak perlu datang ke desa tertentu untuk menyaksikan para ksatria Adonara “bertarung” di medan pertempuran.

]]>
88
PeTeeR Ln <![CDATA[Ile Boleng]]> http://adonara.17april.com/2008/05/ile-boleng/ 2008-05-08T18:38:00Z 2008-05-08T18:07:35Z Ile (Gunung) BolengGunung Boleng atau dalam bahasa Adonara disebut Ile Boleng (Ile=Gunung) merupakan satu-satunya gunung berapi yang ada di pulau Adonara. Daerah Ile Boleng merupakan lokasi yang berpotensi untuk industri pariwisata, karena Ile Boleng ini selain alam pegunungannnya yang indah dengan lekukan-lekukan punggungan lava yang hijau juga kaki gunung sebelah timur dan selatannya langsung berbatasan dengan pantai Laut Sawu. Juga terdapatnya kawah di puncak Ile Boleng yang sangat baik untuk dijadikan sarana geowisata. Lokasi wisata yang sudah berkembang adalah pesisir pantai yang terdapat di kaki Ile Boleng sebelah timur yaitu di daerah Riangderi. Wisata pendakian gunung (hiking) dapat dilakukan dari Kampung Lamahelan Bawah melalui Kampung Lamabayung, atau bisa dilakukan melalui Kampung Dua.
Untuk melakukan pendakian menuju puncak Ile Boleng dapat ditempuh dari beberapa arah, yaitu :

  1. Dari arah selatan Ile Boleng, yaitu dari Kp. Lamahelan Bawah (elevasi 100 m dml) menuju Kp. Lamahelan Atas (elevasi 300 m dml) dengan berjalan kaki sekitar 1 jam perjalanan. Dilanjutkan dari Kp.Lamahelan Atas menuju puncak bagian selatan selama 6 jam perjalanan. Lintasan ini walaupun relatif pendek tetapi kemiringan lerengnya cukup tajam (sekitar 45o - 60o ).
  2. Dari arah utara-timurlaut yaitu dari Kp. Dua. Lintasan ini tidak terlalu berat, kemiringan lerengnya sekitar 40o - 45o, kecuali pada daerah hampir mencapai puncak kemiringan lereng berkisar 60o - 65o dengan kondisi lereng sangat licin (karena ditutup endapan jatuhan piroklastik muda yang tidak padu). Lama perjalanan dari Kp. Dua menuju puncak sekitar 5 jam.
  3. Dari arah timur, yaitu dari Kp. Lamabayung. Lintasan melalui Kp. Lamabayung ini dapat dicapai dengan lama perjalanan sekitar 6 jam.

Untuk mencapai Gunung Boleng (Lokasi Awal Pendakian), dari Larantuka dengan menumpang kapal motor yang melayani rute Larantuka - Waiwerang. Setelah tiba di Waiwerang, wisatawan dapat menentukan terlebih dahulu lokasi awal pendakian yang akan dituju. Setelah itu tinggal menumpang angkutan umum yang melayani rute sesuai lokasi pendakian awal atau menumpang ojek yang bersedia mengantarkan sampai tujuan.

Tulisan ini diambil dari sini dengan pengubahan seperlunya.

]]>
25
PeTeeR Ln <![CDATA[Hello world!]]> http://adonara.17april.com/?p=1 2008-05-08T17:15:13Z 2008-05-08T17:15:13Z Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

]]>
5